INTEGRITAS ESTER SEBAGAI RATU

Oleh :

Dr. Orpa Luas, M.Th

(Ketua STT Bethesda)

 

 

Ester adalah berasal dari bahasa Persia yang berarti Star atau bintang, nama Ibrani “Hadassah” Ia seorang anak yatim piatu  keturunan Benyamin, kemudian  diangkat menjadi anak  oleh pamannya yang bernama Mordekai. Seiring berjalannya waktu Ester menjadi dewasa. Dalam pemerintahan Raja Ahasyweros yang memerintah kerajaan Persia pada Tahun 522-486 SM  Raja Ahasyweros merencanakan untuk  mengadakan pemilihan seorang ratu yaitu menggantikan Ratu Wasti, dari beberapa pilihan  dengan beberapa peraturan dari kerajaan  dan melalui seleksi yang begitu ketat yang penuh dengan criteria seorang raja,  dari beberapa wanita yang ditampilkan termasuk Ester didalamnya, maka  jatuhlah pilihan raja kepada Ester untuk menjadi Ratu  kerajaan yang dipimpin oleh seorang raja  Ahasyweros. Dalam kehidupan Ester ada sesuatu yang menarik yakni  diawali dari kehidupan  keluarga yang sederhana  yang hidup sebatang kara, tentunya mulai terbentuklah  karakter sifat yang begitu sederhana. Ester adalah seorang anak  gadis yang cantik parasnya dan  rendah hati, memiliki tanggung jawab sangat perduli dengan bangsanya orang Yahudi, ia tidak mementingkan diri sendiri tetapi sangat dan lebih mementingkan kehidupan bangsanya, ia berusaha sekuat tenaga dan bahkan berani mati untuk orang banyak (Ester 4:16). Hal ini menunjukkan betapa besasr kepedulian Ester  bahkan sangat bertanggungjawab atas kehidupan bangsanya, sehingga ia merelahkan hidupnya untuk menyelamatkan bangsa Yahudi dari bahaya penderitaan yang sedang dialami.

Mordekai sangat bangga atas keputusan Ester yang begitu tegas dan memiliki Integritas dalam hidupnya dan berharap agar supaya Ester dapat menyelamatkan bangsa Yahud dalam bahayai. Itu terbukti dari keberhasilan seorang ratu mampu mengalahkan dan menggagalkan kejahatan yang dilakukan kepada bangsa Yahudi. Hal ini menunjukkan betapa besar kekuatan  seorang pemimpin diperlihatkan dengan nyata atas usaha demi keselamatan yang harus dimiliki semua orang yang mengharapkan pembebasan dari orang jahat. Dalam Kitab Ester tidak disebutkan nama Allah, namun peristiwa yang terjadi tidak terlepas atas penyertaan Tuhan dalam mengambil keputusan dan melakukan, melaksanakan suatu rencana agar terlaksana dengan baik dan terjawab, semuanya tidak terlepas atas kendali Allah sendiri yang mengadakan dan pembelaan yang nyata terbukti kasrena Kekuasaan dan kemuliaan Allah turut beracara didalam setiap rencana dan perbuatan baik umat-Nya.

 

A. Mordekai, Ester dan Haman

Ketiga nama inilah yang berperan dalam cerita Kitab Ester, dimana mssing-masing memiliki peranan dalam tugas diistana Raja Ahasyweros, Moerdekai  mnjsdi pejabat istana dan  sebagai jembatan informasi untuk menyampaikan atau memberikan berita,  apa yang sedang terjadi diluar Istana (bangsa Yahudi dalam bahaya) , sehingga Mordekai dengan rela menantikan keputusan dari Ratu Ester dalam menangani bahaya, karena tidak bisa dibiarkan oleh Mordekai dan hanya Esterlah yang mampu menyampaikannya kepada Ahasyweros. Ester adalah seorang Ratu yang penuh tanggungjawab dan juga memiliki hak didalam istana raja, juga salah satu orang yang bisa bertemu dengan raja untuk menyampaikan permohonan atas suatu keadaan yang mendesak tentang bahaya yang terjadi bagi bangsa Yahudi. Ester menemui raja Asayweros untuk meminta agar supaya bangsanya dibebaskan dari orang jahat, maka berkatalah Ester kerpada Raja “

 

  1. Ester

Pribadi Ester yang bergitu patuh terhadap peraturan Istana,  dengan kepribadian yang yang penuh dengan jiwa social dan sederhana, memiliki kepekaaan terhadap lingkungan sekitarnya dan sangat memperhatikan keluarga, bahkan berani tampil sebagai seorang istri raja  dalam acara kerajaan. Kepribadian Ester yang bersahaja memiliki integritas mernampilkan sosok yang bertanggung jawab dalam berbagai kegiatan ditengah-tengah lingkungan istana kerajaan. Ester selalu menunjukkan kredibilitas baik terhadap rakyat dan sngat memahami keberadaannya sebagai  seorang ratu yang akan menjadi panutan ditengah-tengah  bangsa.

Atas status terpilihnya menjadi seorang ratu menggantikan  kedudukan ratu wasti, ia selalu memahami kehidupan yang diterima   untuk menjadi bagian kel Istana raja, tentu dalam perjalanan kehidupannya  tidak terlepas dengan masalah yang bakal terjadi dan yang telah dihadapan mata, namun karena Ester menyadari bahwa ia adalah satu diantara wanita menjadi pilihan raja, maka ia sangat menghargainya,  dengan ketulusan hati dalam menajakan  tuganya sebagai ratu. Adapun tugas Ester yang harus ia lakukan dalam mendampingi seroang raja diistana kerajaan sebagai berikut :

  1. Ia harus tampil beda pada acara-acara di istana
  2. Setia mendampingi raja di istana
  3. Menjaga nama baik istana
  4. Memiliki Integritas sebagai seorang ratu
  5. Dan patuh pada aturan istana

Sebagi seorang ratu dalam   istana kerajaan adalah menjadi sorotan public,  oleh sebab itu mampu menjaga kehormatan dan beriwibawa dalam segala hal, penampilan juga p[erlu diperhatikan karena melalui penampilan baik  sesorang akan terlihat memiliki kewibawaan dalam hal bertindak,  melakukan mengerjakan bahkan penuh tanggungjawab. Menjadi pemimpin bukan sekedar dilihat atau ditonton orang tetapi menjadi pemimpin adalah membawa  suatu perubahan yang akan diikuti oleh  bawahannya, oleh sebab itu kepribadian sesorang mampu  mencerminkan sikap pribadi yang baik dengan ditunjang memiliki etika hidup. Ester memperlihatkan kradaan hidupnya yang luarbiasa melalui cara pandang dalam bertindak dan selalu berpenampilkan sebagai seoirang ratu yang akan dilihat oleh banyak orang, hal ini yang terjadi dialam kehidupan seorang ratu yang menunjukkan lebih baik dari pada ratu yang sebelumnya, bahkan menjaga otoritas raja dalam segala situasi dan kondisi apapun terjadi diistana.

 

2. MORDEKAI

Dalam bertanggung jawab untuk mengurus dan membesarkan seorang anak tidaklah mudah karena memiliki kesanggupan dan kesabaran dalam  menjamin kehidupan  mulai dari kecil hingga dewasa. Hal inilah yang dilakukan oleh Mordekai sebagai paman sekaligus sebagai orang tua yang menjaga dan merawat Ester mulai dai kecil sampai ia besar. Mordekai adalah paman dari Ester, mordekai diberi kepercayaan  untuk membesarkan Ester, sampai Ester besar dan berhasil  tidak terlepas dari pengawasan Mordekai. Karena Ester tidak bisa melupakan pamannya Mordekai maka segala seuatu yang terjadi diistana ia pasti menymapikan kepada pamannnya adalah sebgai pengganti orang tuanya, sehingga ester sangat perduli sekali kepada pamannya moerdekai,  Moerdekai tidak lepas

 

B. IMPLIKASI

Integritas Ester patut untuk menjadi perenungan para pemimpin. Pemimpin jangan hanya menjadi penceramah tapi juga melakukan apa yang seharusnya. Ester mendemonstrasikan semuanya. Makan minum ditundanya, nyawa dipertaruhkannya demi keselamatan orang banyak. Dia tak mengambil keuntungan, tapi memberi keuntungan. Itulah seorang pengabdi sejati. Pemimpin yang bisa dijadikan idola rakyat. Dia tak memanfaatkan situasi untuk citra diri, melainkan mengabdikan diri. Bahkan dalam ranah keagamaan pun seringkali terjadi manipulasi yang menyedihkan. Pemimpin dengan sejuta kata tentang melayani, namun tak pernah terlihat terlibat seutuhnya. Ada foto yang sangat menyentuh, namun itu hanya sampai di sana. Belum lagi kesan hebat tentang mengurusi orang miskin, namun ternyata bukan untuk memberi diri. Mereka ada di antara orang miskin justru dengan mengharapkan keuntungan bagi diri.

Mencari pemimpin yang mengabdikan diri memang tak sederhana, apalagi menempatkan pengabdian sebagai harga diri. Pengabdian yang sejati seharusnya adalah harga diri seorang pemimpin. Seorang pemimpin akan merasa tidak berarti jika dia tidak berani mengabdikan diri. Menjadi pemimpin berarti keputusan untuk berbagi diri, lewat pengabdian. Ester menjadi model yang pas bagi ukuran pengabdian pemimpin masa kini, baik dalam konteks sosial politik, organisasi atau negara, maupun kepemimpinan agama. Pengabdian harus dijadikan kebanggan dan kepuasan penca-paian. Untuk itu pemimpin tak layak untuk berhitung apa yang sudah dilakukannya, melainkan berkon-sentrasi pada apa yang masih perlu dikerjakannya. Dengan demikian, maka dalam sepanjang kepemim-pinannya pasti akan terukir berbagai prestasi bernilai tinggi.

Kepemimpinan yang mengabdi merupakan ekspresi ketulusan hati seorang pemimpin. Ini juga merupakan kesadaran intlektual akan apa yang menjadi tujuan kepemimpinan, yakni pengabdian. Itu sebab tidaklah mengherankan jika karya karya besar dalam kehidupan ini lahir dari tangan para pemimpin yang berjiwa pengabdi. Mereka menjadi gelombang perubahan yang sangat ber-pengaruh pada jamannya. Apakah yang dapat dibanggakan dari seorang pemimpin, jika bukan sebuah pembelajaran bagi yang dipimpinnya. Dalam konteks ini yaitu jiwa pengabdiannya. Memang tak dapat dipungkiri, pemimpin yang mengabdi tak akan pernah mengumpulkan tumpukan materi yang berlebih. Dia tak akan miskin karena pengabdian, tetapi juga tidak akan menjadi sekaya yang mungkin bisa digapainya sesuai kemampuan yang ada. Karena hidupnya adalah pengabdian. Kepemimpinannya adalah bagaimana dia memberi diri, mengabdikan diri, sebagai nilai hidup tertinggi. Dia pemimpin yang punya harga diri, dan juga kepuasan diri. Ya, dia akan merasa puas jika bisa menjadi berarti bagi orang di sekitarnya, mengubah sekelilingnya, menyinari mereka dengan gairah hidup baru. Semangat seperti ini harus ditumbuhkembangkan dalam dunia kepemimpinan masa kini.  Mari menatap diri, dan belomba untuk berprestasi dalam pe-ngabdian yang tulus. Impikanlah untuk mengakhiri hidup ini secara terhormat dengan cara menjadi orang yang dikenang karena pengabdian yang telah kita berikan. Bukan sekadar pujian yang dinantikan, melainkan pengakuan dari ketulusan orang di sekitar, betapa kehadiran kita telah menumbuhkan harapan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *